A. Ras di Dunia
Terkadang orang menganggap ras sama degan suku bangsa padahal keduanya
berbeda. Ras itu sendiri merupakan penggolongan bangsa berdasarkan
ciri-ciri fisik rumpun bangsa. Sedangkan, Suku Bangsa merupakan kesatuan
sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan
kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan khususnya bahasa.
Ras
itu sendiri menurut para ahli diturunkan secara genetik yang akan
membedakan satu kelompok dengan kelompok yang lain. Menurut Ralph Linton
terdapat 4 ras besar di dunia, antara lain.
No.
|
Ras Utama
|
Sub Ras
|
Domisili
|
Ciri
|
Keterangan
|
1.
|
Ras Mongoloid
|
· Mongoloid Tenggara (Malayan Mongoloid)
· Mongoloid Siberia Selatan
· Mongoloid Asia Timur (Classic Mongoloid)
· Mongoloid Asia Utara
· Mongoloid Kutub
· Mongoloid Amerika
|
Asia
Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar (lepas pantai timur
Afrika), beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara,
Amerika Selatan, dan Oseania.
|
-Berambut hitam lurus
-Mempunyai tanda lahir (memar kebiruan pada bayi)
-Mempunyai lipatan pada mata yang disebut mata sipit
-Kulit kuning sampai sawo matang
-Bulu badan sedikit
|
Ras
Mongoloid diambil dari nama Mongolia dimana sebagian besar berkulit
kuning. Sehingga ras ini sering disebut pula ras ”kulit kuning”.
Tapi seperti orang Indian di Amerika berkulit merah bahkan orang Asia Tenggara berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
|
2.
|
Ras Kaukasoid
|
· Indo-Iranian
· Mediteranian
· Alpin
· Nordik
· Baltik
· Uralik
· Armenik
· Dinarian
|
Sebagian besar Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, dan India Utara.
Keturunannya menetap di daerah Australia, Amerika Utara, Sebagian Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Selandia Baru.
|
-Hidung Mancung
-Kulit pulit
-Rambut pirang sampai coklat kehitaman
-Kelompok mata lurus
|
Ras
Kaukasoid disebut dengan ras ”kulit putih” tetapi orang Somalia dan
Etiopia meskipun termasuk dalam ras Kaukasoid tetapi memiliki kulit
hitam dan lebih mirip ras Negroid.
|
3.
|
Ras Negroid
|
· Negroid Umum
· Nilote
· Negrito
· Melanesian
|
Benua Afrika di sebelah selatan Gurun Sahara. Keturunannya mendiami daerah Amerika Utara, Selatan, Eropa, dan Timur Tengah.
|
- Berkulit hitam
-Tinggi
-Berambut Keriting
-Bibir tebal
-Kelopak mata lurus
|
|
4.
|
Ras Austroloid
|
· Austroloid Khusus
· Weddoid
|
India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, Kepulauan Melanesia, dan Australia.
|
- Berambut hitam
- Keriting
- Berkulit Hitam
|
Tetapi untuk suku Aborigin (Australia) berambut pirang dan lurus.
Orang Malaysia berkulit cenderung putih.
|
Selain keempat ras tersebut terdapat pula ras khusus seperti Polinesia, Melanesia, Mikronesia, Ainu, Dravida, Bushmen.
B. Persebaran ras di Indonesia
Persebaran
ras di Indonesia sudah ada sejak zaman es. Pada zaman es wilayah
Indonesia bagian barat masih bersatu dengan benua Asia sedangkan daerah
bagian timur bersatu dengan benua Australia. Pada masa itu telah
tersebar 2 ras di Indonesia, yaitu :
Ras Mongoloid
Ras
ini berasal dari daerah Asia Tengah (Mongoloid). Pada zaman es ini ras
mongoloid tersebar di daerah Indonesia bagian Barat meliputi pulau
Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Dengan arus persebaran sebagai berikut.
Dari
Mongolia menuju ke daerah- daerah dia Asia Tenggara seperti Vietnam,
Laos, Thailand, Malaysia, Singapura, baru menuju ke Indonesia bagian
barat.
Semua
ditempuh melalui jalar darat sebab saat itu bagian barat Indonesia
masih bersatu dengan benua Asia Tenggara. Pada perkembangan selanjutnya
terbentuklah pulau-pulau di Indonesia bagian barat seperti Sumatra,
Kalimantan dan Jawa, daratan yang menjadi lautan disebut paparan sunda.
Ras Austroloid
Ras
ini berpusat di Australia dan menyebar ke Indonesia bagian Timur
khususnya wilayah Papua/Irian Jaya. Persebaran ke daerah inipun
dilakukan melalui darat sebab saat itu papua masih bersatu dengan benua
Australia perkembangannya daratan yang menjadi lautan disebut paparan
sahul.
Sementara
itu daerah di zone Wallacea seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku
merupakan daerah penyaringan bagi migrasi manusia dan fauna dari
paparan sunda ke paparan sahul maupun sebaliknya sehingga sangat
terbatas sekali ras yang dapat masuk ke wilayah ini.
Jadi awalnya ras nenek moyang bangsa Indonesia adalah ras Mongoloid dan ras Austroloid.
Perkembangan selanjutnya pada tahun 2000 SM mulai terjadi migrasi/ perpindahan ras dari berbagai daerah ke Indonesia, yaitu :
Migrasi pertama, Ras Negroid
Ciri dari ras berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting.
Ras ini datang ini dari Afrika. Di Indonesia ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua.
Keturunan
ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), sertasuku
Papua melanesoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.
Migrasi kedua, Ras Weddoid
Ciri ras ini adalah berkulit hitam, bertubuh sedang, dan berambut keriting.
Ras ini datang dari India bagian selatan.
Keturunan ras ini mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur (Kupang).
Migrasi Ketiga, Ras Melayu Tua (Proto Melayu)
Ciri
ras ini adalah berkulit sawo matang, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan
berambut lurus. Ras ini termasuk dalam Ras Mongoloid (sub ras Malayan
Mongoloid) berasal dari daerah Yunan (Asia Tengah) masuk ke Indonesia
melalui Hindia Belakang (Vietnam)/ Indo Cina baru selanjutnya ke
Indonesia.
Di Indonesia Ras ini menyebar melalui 2 Jalur sesuai dengan jenis kebudayaan Neolithikum yang dibawanya, yaitu.
1) Jalur pertama
Melalui
jalur barat dan membawa kebudayaan berupa kapak persegi. Dengan
menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke Semenanjung Melayu
melalui Thailand selanjutnya menuju ke Sumatra, Jawa, Bali, ada pula
yang menuju Kalimantan dan berakhir di Nusa Tenggara. Sehingga di daerah
tersebut banyak ditemukan peninggalan berupa kapak persegi/ beliung
persegi.
Keturunan
Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak ,
Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan),
dan Suku Sasak (Lombok).
2) Jalur kedua
Melalui
jalur timur dan membawa kebudayaan berupa kapak lonjong. Dengan
menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai Asia
Timur menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi, Maluku, ke
Irian selanjutnya sampai ke Australia. Peninggalan kapak lonjong banyak
ditemukan di Papua. Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah
suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Papua (Irian), Suku Ambon,
Ternate, Tidore (Maluku).
Migrasi Keempat, Ras Melayu Muda (Deutro Melayu)
Sekitar
500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk Tonkin,
Vietnam selanjutnya mendesak keturunan ras Proto Melayu yang telah
menetap lebih dahulu dan masuk Indonesia menyebar keberbagai daerah baik
di pesisir pantai maupun pedalaman.
Mereka
masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitu kebudayaan logam
terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara, moko, kapak corong,
dan perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat terpengaruh dengan
kebudayaan asalnya dari Vietnam yaitu Budaya Dongson. Tampak dengan
adanya kemiripan antara artefac perunggu di Indonesia dengan di Dongson.
Keturunan
dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra barat), Suku Jawa, dan
Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya mampu
melahirkan kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi kebudayaan bangsa
Indonesia sekarang.
Migrasi
dari berbagai macam ras tersebut perkembangannya saling
berbaur/bercampur hingga menghasilkan berbagai macam suku dengan
beraneka ragam cirinya. Keanekaragaman tersebut disebabkan karena
perbedaan keadaan alam (letak geografis, iklim), Makanan(nutrisi), dan
terjadi perkawinan campur.
Sehingga secara umum ciri fisik masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut.
Tinggi badan berkisar antara 135-180 cm,
Berat badan berkisar antara 30-75 kg,
Warna kulit berkisar antara kuning langsat dan coklat hitam,
Warna rambut antara coklat dan hitam,
Bentuk rambut antara lurus dan keriting.